Cari Dari Blog Ini

Rabu, 09 Februari 2011

diabetes mellitus, lifesyle, Hypnotherapy

“air kencingku kok disukai semut ya?”, “aku sering makan banyak, minum banyak dan kencing banyak tapi kok malah jadi tambah kurus ya?”, “telapak kakiku sering tebel-tebel..dan daerah sekitar kemaluanku sering gatal-gatal..knapa ya?” kata-kata itu nampaknya di era ini menjadi semakin familiar dan sering terdengar.boleh sajalah kita curiga dia menderita Diabetes. Apa sih yang sebenernya yang sedang terjadi pada tubuh dan mental orang penderita diabetes?tak perlu penasaran, mari kita cari tahu saja.

Gambaran dan istilah umum

Diabetes mellitus (DM) adalah suatu gangguan fungsi tubuh dalam mentoleransi kadar glukosa dalam darah. Normalnya kan gula yang kita makan dan beredar dalam pembuluh darah dari pencernaan kan masuk ke tubuh. Nah pada penderita DM, gula tersebut tetap berada di dalam pembuluh darah. Bsa lama atau tidak sama sekali terserap ke dalam sel di seluruh tubuh. Boleh diBayangkan bagaimana rasanya saat seluruh tubuh kita terendam gula.bisa rusak kan organ-organnya? Gara-gara gangguan keseimbangan kadar gula tadi, banyak lho gangguan yang terjadi. Mulai dari gangguan osmolaritas, gangguan sirkulasi lemak protein, hingga kerusakan fungsi organ. Mau tahu contohnya kerusakan fungsi organnya apa aja?banyak lho. Salah satunya adalah neuropati diabetes. Namanya aja neuron, sel saraf, nah itu dia yang menyebabkan terjadinya rasa tebal-tebal atau bahasa jawanya gringgingen. Trus knapa sih kok orang sakit diabetes bisa ampe amputasi segala? Itu logikanya mudah. Pada saat kadar gula darah kita tinggi secara terus menerus, bakteri jahat tu berkembang dengan makmur di dalam pembuluh darah.sehingga apabila ada luka jadi sukar sembuh. Pada saat luka udah parah dan udah terinfeksi total, daripada menimbulkan infeksi sistemik-otak, bagian tertentu tersebut harus diambil/diamputasi. Dan masih banyak lainnya lagi.

Proses perjalanan.

Kok bisa ya gula gag mau masuk ke dalam tubuh?pertanyaan itu mungkin boleh kita lontarkan. Jawaban dari pertanyaan itu sudah banyak terjawab oleh berbagai macam penelitian yang dilakukan oleh ahli. Salah satu penyebabnya adalah factor inflamasi yang menyebabkan rusaknya reseptor insulin. Insulin kan fungsinya untuk membuka gerbang penyerapan gula ke tubuh kan. Nah, kalo reseptornya rusak?gag bisa kebuka gerbangnya, gag bisa masuk deh tu gula. Factor inflamasi yang menyebabkan Kerusakan itu diduga dipicu oleh lemak, genetis/keturunan,dan masih banyak lagi. Yang jelas, SEMUA orang memilki “BAKAT” diabetes, namun kapan munculnya gangguan itu tiap orang lain2..jadi seolah2 terkesan tidak akan pernah terkena, padahal DM menjadi “silent killer” yang cerdik.

farmakoterapi

Kia semua udah tahu penatalaksanaan yang sudah memilki gangguan mentoleransi gula tadi salah satunya dengan obat. Obat2an oral hipoglikemik seperti glibenklamid, obat2 peningkat sensitifitas insulin seperti metformin,dsb udah tidak asing terdegar bukan? Walau gimanapun juga obat kimia punya efek samping dan dampak jangka panjang penggunaan obat lho. Jadi hati2 aja kalau mengonsumsinya. Dipersilakan untuk mengikuti SARAN dokter.

Faktor lifestyle makanan

kita smua ngerti lah knapa pengaturan diet makanan menjadi salah satu primadona dalam penatalaksanaan gangguan DM. “perangi lemak dan gula, cukupkan protein dan seratnya!”. Seperti itu kan slogan yang sering kita lihat dan kita dengar? Nah hal itu memang benar dilakukan karena tujuannya adalah baik, yaitu mengurangi beban kerja toleransi tubuh terhadap gula. Namun kenyataan yang sering terjadi di lapangan, orang masih saja susah mewujudkannya. Banyak makanan kesukaan kita yang bahannya tinggi gula dan lemak. “udah favorit dan kebiasaan makan ini itu sih, makanya kalo saya disuruh lepas susah.lagian saya juga sehat2 aja kok, gag kerasa apa2..”, anda mungin mengerti kan apa yang akan terjadi beberapa tahun selanjutnya pada orang ini?memang, makanan merupakan salah satu sumber kehidupan kita. Namun pemilihan seleranya itulah yang menjadi hambatan dalam diet.

Faktor lifestyle olahraga/aktivitas

Tentunya olahraga secara jelas de facto dan de jure mampu menunda terjadinya gangguan DM berdasarkan penelitian. Nah, sekarang yang jadi permasalahan adalah niat untuk memulai dan menjadikannya kebiasaan kan?

Hypnotherapy hadir sebagai psikoterapi lifestyle

Untuk menjawab kegelisahan dan permasalahan lifestyle pada penderita DM, Hypnotherapy hadir memberikan solusi. Proses hypnotherapy menjadikan perubahan mindset penderita DM, baik dari segi PENERIMAAN diri sendiri terhadap penyakitnya hingga pengaturan kebiasaan pola makan dan aktivitas. Kita semua tahu bahwa Hypnotherapy secara ilmiah sudah mampu terjelaskan mekanismenya dan efektif dalam mengantarkan kita pada transformasi/perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Ingin terapi atau info lebih lanjut? Hubungi : nugroho Jati, CHt. 085642047075

atau

buka www.lilincommunity.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar